Monday, 13 January 2014

cara hidup virus

Masih tentang virus tapi kali ini kita akan membahas tentang cara virus bertahan hidup. Virus tidak dapat berdiri sendiri atau hidup bebas di alam ini. Virus hidup secara parasit pada bakteri, tumbuhan, hewan, dan manusia. Bagaimana cara hidup virus tersebut? Berikut ini pembahasannya:
1 . Virus Bakteri
Tidak ada satu bakteri pun yg tidak mengandung virus. Virus yg menginfeksi bakteri adalah bakteriofag. Bakteriofag dapat berkembang cepat sehingga dalam waktu yg singkat dapat menghancurkan sejumlah bakteri. Bakteriofag memiliki inti asam nukleat berbentuk DNA ganda berpilin atau tunggal berpilin atau RNA rantai tunggal. Contoh bakteriofag adalah E. coli.

2 . Virus Tumbuh-tumbuhan
Sebagian besar penyakit pada tumbuh-tumbuhan disebabkan oleh virus. Serangan virus ini dapat mengakibatkan kerugian secara ekonomi yg sangat besar, misalnya, virus yg menyerang tanaman kentang dan tembakau. Bahan genetik dari virus tumbuh-tumbuhan adalah RNA. Virus ini dapat memasuki bagian dalam sel secara aktif atau dapat melalui cedera, misalnya, cedera akibat gosokan pada daun. Di alam virus ditularkan secara kontak langsung atau melalui vektor. Sejumlah besar virus dapat juga ditularkan melalui serangga. Virus sering memperbanyak diri di dalam saluran pencernaan serangga (virus persisten). Virus dapat menginfeksi tumbuhan lain setelah terjadi masa inkubasi di dalam serangga. Sementara itu, virus yg tidak persisten dapat ditularkan melalui gigitan serangga secara langsung.
Cara Hidup Virus

3 . Virus Patogen pada Hewan
Bahan genetik virus hewan adalah DNA ganda berpilin atau RNA polinukleotida tunggal. Virus dapat menimbulkan penyakit rabies (anjing gila), sampar pada ayam, ebola pada kera, dan penyakit kuku pada ternak. Virus ini dapat ditularkan secara kontak langsung atau melalui perantara serangga. Untuk penelitiannya, diperlukan hewan percobaan atau telur ayam yg sudah dierami. Selain itu, virus juga dapat diperbanyak dengan kultur jaringan. Perbanyakan ini dapat dilakukan di laboratorium.

4 . Virus yg Menyerang Manusia
Virus yg menyerang manusia, antara lain, virus cacar air, cacar, campak, influenza, polio, mata belek, hepatitis, demam berdarah, diare, HIV AIDS, dan virus AI. Virus pada manusia dapat ditularkan secara kontak langsung maupun tidak langsung. Mata belek, influenza, dan cacar dapat ditularkan secara kontak langsung atau lewat udara. Hepatitis dan polio dapat ditularkan melalui air sumur yg tercemar dan sendok atau piring bekas penderita ataupun keringat penderita. Demam berdarah dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Sementara itu, virus HIV AIDS dapat ditularkan melalui jarum suntik, air ludah, transfuse darah, air susu, plasenta ibu hamil pada janinnya, hubungan kelamin, serta cairan vagina dan sperma.

virus dan cara perkembangbiakannya

Virus bukanlah sel yang dapat berkembang biak sendiri. Cara berkembang biak virus berbeda dengan makhluk hidup lain. Virus tidak mampu memperbanyak diri di luar sel-sel hidup sehingga dikatakan bahwa virus bukanlah makhluk hidup yang dapat hidup mandiri. Virus selalu memanfaatkan sel-sel hidup sebagai inang untuk memperbanyak dirinya. Replikasi terjadi di dalam sel inang. Untuk dapat mereplikasi asam nukleat dan mensintesis protein selubungnya, virus bergantung pada sel-sel inang. Replikasi ini menyebabkan rusaknya sel inang. Setelah itu, virus akan keluar dari sel inang. Di luar sel inang, virus disebut sebagai partikel virus yang disebut virion.
Replikasi virus dalam sel inang merupakan peristiwa yang sangat kompleks, tahap demi tahap dari proses sintesis, mulai dari terinfeksinya sel inang sampai pembebasan partikel-partikel virus. Seperti virus lain, bakteriofag tidak dapat bergerak. Jika suspense bakteriofag bebas bercampur dengan suspensi bakteri, akan terjadi persinggungan kebetulan yang menyebabkan bakteriofag teradsorpsi pada permukaan bakteri. Selanjutnya, DNA bakteriofag terinjeksi ke dalam bakteri. Setelah beberapa waktu, terjadilah lisis sel-sel inang yang ditandai dengan pembebasan bakteriofag bentukan, kemudian baru ke dalam medium suspensi.
 
  • Tahap Adsorpsi: Pada tahap ini, ekor virus mulai menempel di dinding sel bakteri. Virus hanya menempel pada dinding sel yang mengandung protein khusus yang dapat ditempeli protein virus. Menempelnya virus pada dinding sel disebabkan oleh adanya reseptor pada ujung serabut ekor. Setelah menempel, virus akan mengeluarkan enzim lisozim yang dapat menghancurkan atau membuat lubang pada sel inang.
  •  
  • Tahap Injeksi: Proses injeksi DNA ke dalam sel inang ini terdiri atas penambatan lempeng ujung, kontraksi sarung, dan penusukan pasak berongga ke dalam sel bakteri. Pada peristiwa ini, asam nukleat masuk ke dalam sel, sedangkan selubung proteinnya tetap berada di luar sel bakteri. Jika sudah kosong, selubung protein ini akan terlepas dan tidak berguna lagi.
  •  
  • Tahap Sintesis (Pembentukan): Virus tidak dapat melakukan sintesis sendiri, tetapi virus akan melakukan sintesis dengan menggunakan sel inangnya. Setelah asam nukleat disuntikan ke dalam sel inang, segera menimbulkan perubahanperubahan besar pada metabolisme sel yang terinfeksi (sel inang atau bakteri). Enzim penghancur yang dihasilkan oleh virus akan menghancurkan DNA bakteri yang menyebabkan sintesis DNA bakteri terhenti. Posisi ini digantikan oleh DNA virus yang kemudian mengendalikan kehidupannya. Dengan fasilitas dari DNA bakteri yang sudah tidak berdaya, DNA virus akan mereplikasi diri berulang kali dengan jalan mengopi diri dalam jumlah yang sangat banyak. Sintesis DNA virus dan protein terbentuk atas kerugian sintesis bakteri yang telah rusak. DNA virus ini kemudian akan mengendalikan sintesis DNA dan protein yang akan dijadikan kapsid virus.
  •  
  • Tahap Perakitan: Pada tahap ini, kapsid virus yang masih terpisah-pisah antara kepala, ekor, dan serabut ekor akan mengalami proses perakitan menjadi kapsid yang utuh. Kemudian, kepala yang sudah selesaiterbentuk diisi dengan DNA virus. Proses ini dapat menghasilkan virus sejumlah 100-200 buah.
  • Proses Perkembangbiakan Virus
    Proses Perkembangbiakan Virus
  • Tahap Litik: Dinding sel bakteri yang sudah dilunakkan olen enzim lisozim akan pecah dan diikuti oleh pembebasan virus-virus baru yang siap untuk mencari sel-sel inang yang baru. Pemecahan sel-sel bakteri secara eksplosif dapat diamati dengan mikroskop lapangan gelap. Jangka waktu yang dilewati lima tahap ini dan jumlah virus yang dibebaskan sangat bervariasi, tergantung dari jenis virus, bakteri, dan kondisi lingkungan.
Virus lambda dapat melakukan siklus litik, tetapi kadang-kadang juga melakukan siklus lisogenik. Pada siklus lisogenik, tahap yang dilalui lebih banyak daripada siklus litik. Tahap adsorpsi dan tahap injeksi sama dengan siklus litik. Akan tetapi, sebelum tahap sistesis, terlebih dahulu virus melewati tahap penggabungan dan tahap pembelahan. Kemudian, dilanjutkan dengan tahap perakitan dan tahap litik.
  • Tahap Adsorpsi dan Tahap Injeksi: Tahap adsorpsi dan tahap injeksi pada siklus lisogenik sama seperti tahap adsorpsi dan tahap injeksi siklus litik.
  •  
  • Tahap Penggabungan: Tahap ini adalah tahap ketika DNA virus masuk ke dalam tubuh bakteri dan terjadinya penggabungan antara DNA bakteri dan DNA virus. Proses ini terjadi ketika DNA yang berbentuk kalung tak berujung pangkal terputus dan DNA virus menyisip di antara DNA bakteri yang terputus tadi. Kemudian, terbentuklah rangkaian DNA yang utuh yang telah terinfeksi atau tersisipi DNA virus.
  • Tahap Pembelahan: DNA virus telah tersambung dengan DNA bakteri. DNA virus tidak dapat bergerak atau disebut sebagai profag. Karena bergabung dengan DNA bakteri, ketika DNA bakteri melakukan replikasi selnya secara langsung, profag juga melakukan replikasi. Demikian juga ketika sel bakteri mengalami pembelahan, secara langsung dua anak sel bakteri yang mengandung profag tersebut juga ikut mengalami pembelahan. Dengan kata lain, jumlah profag sama dengan jumlah sel bakteri inangnya.
  •  
  • Tahap Sintesis: Pada kondisi lingkungan tertentu, profag menjadi aktif. Profag dapat saja memisahkan diri dengan DNA bakteri dan merusak DNA bakteri. Kemudian menggantikan peran DNA bakteri dengan DNA virus untuk sistesis protein yang berfungsi sebagai kapsid bagi virus-virus baru dan replikasi DNA.
  •  
  • Tahap Perakitan: Pada tahap ini, terjadi perakitan kapsid-kapsid virus yang utuh sebagai selubung virus. Setelah kapsid virus utuh, diisi dengan DNA hasil replikasi, terjadilah virus-virus baru.
  •  
  • Tahap Litik: Tahap ini sama dengan tahap litik pada siklus litik saat dinding bakteri akan pecah dan virus baru berhamburan keluar. Virus baru iniselanjutnya akan menyerang bakteri yang lain. Begitu seterusnya, virus akan mengalami siklus litik atau lisogenik. 
Berdasarkan asam intinya, replikasi virus dapat dibedakan menjadi virus yang berasam inti DNA dan virus yang berasam inti RNA.
  • Virus dengan Asam Inti DNA: Virus ini menginfeksi sel inang dan memperbanyak diri menjadi beberapa DNA. Beberapa DNA virus mengalami transkripsi menjadi mRNA penghasil selubung protein virus. mRNA menghasilkan enzim yang dapat menghancurkan dinding sel inang. Hancurnya sel inang menjadikan virus-virus baru berhamburan keluar dan virus-virus baru ini siap menginfeksi sel-sel inang lain. Contoh virus berasam inti DNA adalah virus cacar, virus herpes, dan bakteriofag.
  •  
  • Virus dengan Asam Inti RNA: Contohnya adalah virus AIDS. RNA virus AIDS menginfeksi sel inang, lalu melakukan penerjemahan balik membentuk RNA-DNA baru dan membentuk DNA virus. Selanjutnya, DNA virus masuk ke dalam inti sel inang yang menyebabkan DNA inang mengandung DNA virus. DNA virus membentuk mRNA dari inti. RNA virus membentuk protein virus di dalam sitoplasma sel inang. RNA virus dan protein virus akhirnya bergabung membentuk HIV.

sistem saraf pada manusia

Sistem saraf, gerak, dan indra masuk berfungsi sebagai sistem koordinasi pada manusia. Sistem koordinasi adalah sistem yang mengatur dan mengendalikan semua kerja organ-organ tubuh manusia. Berikut ini masing-masing penjelasannya:
Sistem Koordinasi Manusia
 
 
Saraf dan Sistem Saraf

Unit terkecil sistem saraf adalah sel saraf (neuron). Sel saraf terdiri atas 3 bagian, yaitu: badan sel saraf, dendrit, dan akson. Berdasarkan fungsinya, neuron dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:
  • Neuron sensorik, berfungsi untuk menerima dan membawa rangsangan (impuls) dari indra (reseptor) ke otak atau ke sumsum tulang belakang. 
  • Neuron motorik disebut saraf penggerak, berfungsi membawa perintah rangsangan dari otak atau sumsum tulang belakang ke otot atau kelenjar. 
  • Neuron konektor, berfungsi menghubungkan antara neuron yang satu dengan neuron yang lain
Saraf manusia terbagi menjadi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Sistem saraf tepi terdiri dari saraf somatik dan saraf otonom. Otak, sumsum tulang belakang, dan saraf somatik merupakan susunan saraf sadar, sedangkan sistem saraf otonom merupakan susunan saraf tak sadar. Saraf pusat yang terdiri dari Otak besar yang merupakan pusat kecerdasan dan pengendali berbagai aktivitas tubuh. Kemudian, Otak kecil yang berfungsi mengkoordinir kerja otot dalam mengatur keseimbangan dan sikap tubuh. Selanjutnya, Sumsum lanjutan merupakan bagian yang berfungsi sebagai pengontrol denyut jantung, pernapasan, aliran darah, serta berbagai macam gerak refleks. Sumsum tulang belakang Di sumsum tulang belakang terdapat sel saraf yang bertugas melakukan respon otomatis atau gerak refleks. Sistem saraf terbagi atas 2 bagian, antara lain:
  • Sistem Saraf Tepi yang terdiri dari: Sistem saraf somatik yang terbagi atas Dua belas pasang saraf otak yang masing-masing menuju organ tertentu. Tiga puluh satu pasang saraf sumsum tulang belakang yang keluar dari sela-sela ruas tulang belakang, satu menuju ke bagian kiri dan satu menuju ke kanan. 
  • Sistem saraf otonom: Sistem saraf otonom disebut juga sistem saraf tak sadar karena bekerja tanpa dipengaruhi kesadaran. Sistem saraf otonom terdiri dari sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik yang mempengaruhi kerja organ yang saling berlawanan (antagonis)
 

Gerak dan Sistem Indra


Gerak pada Manusia terbagi atas 2 jenis, yakni gerak biasa dan gerak refleks. Gerak biasa adalah gerak yang dilakukan otot-otot sadar dengan penghantaran impuls yakni; rangsang-neuron sensorik-otak-neuron motorik-gerak. Sedangkan, Gerak refieks adalah gerak yang dilakukan otot-otot sadar namun dalam melakukan gerakannya tidak disadari oleh otak, dengan penghantaran impuls sebagai berikut: rangsang-neuron sensorik-neuron konektor-neuron motorik-gerak 

Selain bergerak, untuk menunjang kehidupannya Manusia juga dilengkapi dengan sistem indra. Manusia memiliki lima buah indra yang biasa dikenal dengan istilah "pancaindra". Kelima indra itu adalah indra penglihat, indra pendengar, indra pembau, indra pengecap, dan indra peraba. Sedangkan alat-alat indranya adalah mata (indra penglihat), telinga (indra pendengar), hidung (indra pembau), lidah (indra pengecap), dan kulit (indra peraba).

Total Pageviews